Menyapa Pagi di Kelimutu

"Saya Matius. Mari ikut saya. Kita berjalan pelan- pelan saja," ajaknya dengan ramah sembari tangannya menyandang dua tas berisi termos air dan beberapa renteng kopi sachet dan sereal instan. Ia tampak begitu bersimpati ketika tahu saya datang sendirian. Malam sebelumnya saya tidur dengan perasaan berdebar- debar. Besok subuh saya akan berangkat menjemput sunrise yang telah … Continue reading Menyapa Pagi di Kelimutu