Liburan musim dingin kemarin saya akhiri dengan menumpang pesawat Madrid ke Amsterdam. Karena beli tiket pulang yang mendadak, tidak banyak opsi yang menarik dari segi harga dan waktu. Opsi paling memungkinkan saat itu dengan Air France-KLM, Madrid-Amsterdam transit sekitar satu jam di Paris Charles de Gaulle. Awalnya saya ragu karena kok transitnya singkat banget, tapi karena rute tadi memang connecting flight yang disarankan oleh si website pencari tiket, akhirnya beli juga.

Saat sudah di bandara Madrid, saya mendapat info pesawat ke Paris delay karena adamasalah operasional. Ada dua pesan singkat dan dua email dari Air France yang menginfokan soal delay ini. Saya mulai ketar- ketir karena transit di Paris hanya 50 menit dan flight ke Amsterdam yang akan saya tumpangi adalah flight terakhir ke Amsterdam hari itu. Kalau ketinggalan, berarti saya harus menginap di bandara. Duh, musnah sudah bayangan makan malam Indomie goreng pakai telur cabe tiga.

Charles de Gaulle Airport, Paris
Charles de Gaulle Airport, Paris

Setelah delay sekitar satu jam, pesawat pun akhirnya berangkat. Penumpang masih antri dengan tertib, semua masih terlihat kalem dan tidak ada insiden apapun. Baru di dalam pesawat beberapa penumpang lain yang juga transit di Paris mulai panik ketinggalan pesawat.

“ I don’t know for sure. But if I were you, I will give it a try. I will run to the gate. I got the info that some flights are delayed due to the bad weather.”, seorang pramugara berusaha menenangkan beberapa penumpang yang mulai panik, termasuk saya. Manalah saya sendirian.

Begitu pesawat mendarat, saya lari sekencang- kencangnya ke terminal keberangkatan. Sungguh sayang pesawat ke Amsterdam sudah berangkat :(. Saya belum pernah ke Paris, sekalinya pun kok begini amat. haha.

Seorang petugas bandara menyarankan agar saya segera ke customer desk Air France di Terminal 2F. Tanpa basi basi, saya sampaikan situasi saya. Seperti dugaan saya pesawat berikutnya ke Amsterdam baru ada siang esok harinya. Si petugas pun dengan cekatan segera membuatkan boarding pass baru. Selain itu, saya juga diberikan penginapan di airport hotel beserta shuttle busnya, serta voucher makan senilai 15 euro. Saya juga ditawari kaos tidur dan amenity.

“You can go to KLM desk in Schipol to ask for your compensation,” si petugas menutup penjelasannya yang hanya saya sambut dengan anggukan karena sudah terlalu lelah.

Saat tiba di hotel, saya kepikiran dengan pesan terakhir mas Air France tadi. Kompensasi? Kompensasi naon ini? Duit? *langsung ijo* Saya segera browsing, hmm ternyata kompensasi yang dimaksud memang kompensasi finansial!

Perihal kompensasi ini adalah hal yang baru untuk saya. Seperti kita tahu, delay pesawat di Indonesia paling pol kompensasinya ya snack plus air. Jadi pun saya nggak ada ekspektasi apa- apa. Saya teringat beberapa tahun lalu, saya juga pernah mengalami kejadian yang sama dengan Merpati Airlines (ya ampun, RIP Merpati) saat terbang dari Makassar ke Jogja. Saat itu ada pesawat sempat delay dan akhirnya gagal berangkat karena sudah kemalaman dan saat tiba di Jogja bandara sudah tutup. Tidak ada kompensasi finansial apa – apa. Walaupun sesungguhnya ada juga lho regulasi tentang hak penumpang dalam situasi seperti ini, cek di sini.

Ternyata peraturan kompensasi pesawat di Uni Eropa gamblang banget bok. Peraturannya jelas sekali di EU Regulation No. 261/2004. Regulasi ini berlaku untuk kasus delay, cancellation, atau ditolak boarding. Selain itu, ada banyak website yang menawarkan bantuan untuk klaim kompensasi seperti ini, cek ini ,ini atau ini. Bahkan sampai ada kalkulator untuk menghitung kira- kira berapa kompensasi yang berhak seorang customer dapatkan.

Untuk kasus delay seperti yang saya, besarnya kompensasi ini tergantung pada jarak dan lama selisih waktu kedatangan di tujuan. Besarnya berkisar dari 250 euro sampai dengan 400 euro cash untuk EU flights, and 600 euro untuk non-EU flight!  Lumayan fantastis ya jumlahnya kalau dirupiahkan.  Kerugian penumpang karena gagal sampai di tujuan tepat waktu mungkin jauh melebih nominal tersebut, misalnya: telat rapat penting, telat ujian, atau gagal deal bisnis, dsb. Tapi ya lumayan ya daripada lu manyun 🙂

Prosedur klaimnya gampang dan gak pake ribet. Seperti kata mas Air France, saya bisa ke desk nya KLM. Tapi karena saya sudah capek banget, saya putuskan untuk urus klaim ini nanti saja via online. Jadi saya cukup mengisi form yang ada di website KLM, melampirkan boarding pass lama dan email dari Air France. Voila, tanpa basi- basi empat hari kemudian saya mendapat notifikasi kalau klaim saya disetujui dan saya berhak mendapat kompensasi uang. Horee. Alhamdulillah rejeki mahasiswa :)) Btw, kompensasi ini tidak berlaku kalau penyebabnya adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari ya, misalnya cuaca buruk.

Dari kejadian ini, saya tiba- tiba makin bijak: every cloud has a silver lining. Walaupun sempet bete banget, kesel karena ketinggalan pesawat, tapi lumayan uang beli tiketnya keganti sama uang klaim. Hehe. Untung juga keesokan harinya saya nggak ada acara yang terganggu atau apa. Satu lagi, sebagai konsumen kita juga harus pinter. Untung mas Air France nya baik, ngasih tahu saya tentang hak klaim ini. Kalau masnya diem, saya nggak bakal ngeh kalau berhak atas kompensasi seperti ini.

Ada juga yang pernah ngalamin delayed atau cancelled flight, di Indonesia atau di luar negeri? Bagaimana kompensasinya? Share ya di kolom komen.

 

6 thoughts on “Terdampar di Paris dan Kompensasi delay pesawat di Uni Eropa

  1. Pernah delayed sih dengan American Airlines tapi langsung diissued Boarding pass baru untuk connect ing flight dengan pesawat lain. Andai saja di Indonesia bisa sesolid itu maskapai penerbangan kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s