Penjual keju di openmarkt Wageningen

Hidup Hemat ala Mahasiswa di Belanda (bagian 1)

Sebagai mahasiswa perantauan, apalagi yang hidup dari uang beasiswa, hidup hemat tentu wajib hukumnya. Tentu ada banyak cara berhemat, dan tiap orang punya caranya masing – masing. Nah, kali ini saya ingin berbagi cara berhemat (ala saya tentunya), dari segi biaya makan sehari – hari, khususnya di Wageningen.

1. Masak sendiri

Makanan di kantin kampus harganya memang lebih murah jika dibandingkan di luar kampus, di Wageningen harganya rata – rata 2,5 – 4 euro untuk sandwich dan salad, atau sekitar 3,5 – 4,5 untuk hot meal seperti pasta, Chinese food, fish and chips, dll.

Tapi kalau setiap hari jajan, 1-2x sehari dikali 20 hari perbulan, tekor kak. Membawa bekal sendiri mutlak sifatnya kalau ingin hidup hemat di Belanda. Level penghematannya bisa meningkat kalau kita bisa menyesuaikan selera ke lidah orang Belanda. Misalnya, sering- sering makan roti dengan keju atau selai daripada setiap hari makan nasi, sayur kangkung lauk ayam goreng lengkap dengan sambal terasi (duh ah ngiler).

Saya sendiri mengombinasikan diet ala Indonesia dan Eropa, artinya saya masih bisa bertahan dengan tidak harus makan nasi lauk pauk masakan Indonesia setiap harinya. Selain bahan- bahannya relatif lebih mahal, proses memasaknya juga lumayan lama. Walaupun sesungguhnya makanan Indonesia tetap yang paling juara!

Sambel pecel di toko Asia
Sambel pecel di toko Asia

Bahan- bahan dari Asia (termasuk Indonesia) bejibun banyaknya, tapi harganya muahal dibandingkan dengan bahan makanan lokal. Bersyukurlah jika kamu punya lidah yang nggak picky.

Di Belanda ada banyak toko (toko merujuk pada toko Asia) yang menjual bahan makanan Asia, misalnya Amazing oriental, sebuah jaringan toko Asia yang  gampang ditemui di berbagai kota di Belanda. Walaupun belanja di toko ini biasanya lebih murah dibandingkan di toko Asia yang ada di Wageningen.

Martabak telur ala Rosa
Martabak telur ala Rosa

Untungnya masak sendiri selain jadi lebih hemat juga bisa meningkatkan skill memasak kita lho. Kalau tidak tinggal di Belanda, mungkin saya nggak pernah membuat klepon, martabak, ayam geprek, rendang, coto Makassar, dan segala makanan yang kalau di Indonesia lengkap tersedia di warung makan terdekat. Selain itu kalau kamu hobi mencoba resep Barat, ini saat yang tepat untuk berkreasi karena bahan- bahannya banyak tersedia dan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan di Indonesia.

2. Belanja barang private label, di supermarket murah atau di openmarkt

Wageningen adalah kota seukuran desa, sehingga pilihan supermarketnya terbatas. Di kota besar tentunya lebih banyak pilihan. Di sini ada beberapa supermarket yaitu Albert Heijn, Jumbo, Hoogvliet, Spar, Lidl, dan Aldi.

Nah, supermarket- supermarket tersebut memiliki pangsa pasar tersendiri. Misalnya, AH (literally dibaca A-Ha) dan Jumbo menjual barang- barang A-brand atau kelas premium. Sedangkan, jaringan supermarket asal Jerman, Lidl dan Aldi dikenal luas sebagai supermarket murah. Jaringan supermarket besar biasanya punya barang- barang dengan private label dan biasanya harganya lebih murah, tapi kualitas bisa diandalkan.

Penjual keju di openmarkt Wageningen
Penjual keju di openmarkt Wageningen

Satu lagi opsi tempat belanja hemat yaitu di openmarkt, yang adalah pasar yang bukanya hanya hari- hari tertentu. Di Wageningen, openmarkt buka di centrum (pusat kota) setiap Sabtu dan Rabu. Di pasar seringkali tersedia sayur dan buah segar dengan harga lebih murah. Misalnya, sayuran serba 1 euro, atau apel/ pear per kilo (kadang 1,5 kg) hanya 1 – 2 euro, kadang ada cabai rawit merah yang beneran pedes hanya 1 euro per bungkus isi 100-200 gram. Buah- buahan tropis juga terkadang bisa murah banget lho. Sekitar dua minggu lalu saya melihat promo mangga sekotak isi 6 harganya 3 euro saja.

update: minggu lalu saya nggak sengaja mampir openmarkt sore sekitar jam 3 sementara pasar tutup jam 4. Saya baru tahu kalau jam- jam hampir tutup begitu biasanya banyak obralan, misal sekotak leci sekitar 1 kilo cuma 1 euro saja, atau sekotak alpukat isi banyak banget cuma 2 euro, atau sayur-sayur macam beli 1 gratis 1. Rajin- rajin senyumin abangnya aja. Tapi, ya gitu namanya juga sisa ya, jadi kadang barangnya ada yang benyek atau busuk- busuk sedikit.

3. Belanja barang saat promo

Di Belanda selalu ada promo (actie) mingguan di supermarket atau toko tertentu. Kita bisa menggunakan aplikasi smartphone untuk melihat barang apa yang sedang promo di toko mana. Misalnya, aplikasi allefolders. Saya hobi banget ngecek promo di allefolders, malah jadi hiburan hehe.

Folder AH adalah favorit saya, karena promonya banyak dan selalu ganti- ganti. AH punya program promo bernama BONUS. Untuk bisa belanja dengan promo ini, kita perlu memiliki Bonus kaart AH yang bisa kita minta kepada kasir AH. Setiap kali belanja kita harus memberikan bonus kaart tersebut kepada kasir untuk discan. Promonya lumayan banget lho! Misalnya, beli 1 gratis 1; pembelian kedua diskon 50%, atau promo serba 0,99 euro. Gambarannya, kalau misalnya beli jus per botolnya harga 1,85 euro, saat promo dengan harga yang sama dapat 2 botol!

 

Itu dia tiga tips hidup hemat ala mahasiswa di Belanda dari segi biaya makan atau grocery. Nanti kalau kepikiran tips yang lain akan saya tambahkan.

Kalau kamu punya tips menghemat di tempat kamu tinggal? Share yuk di kolom comment :))

 

 

 

7 thoughts on “Hidup Hemat ala Mahasiswa di Belanda (bagian 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s